Posted by Bang Apooh
Cigandamekar,
Cilimus,
Jalaksana,
Pemerintahan,
Utama
14.26

Memasuki musim kemarau tahun ini, puluhan hektare lebih lahan sawah yang ada di kawasan timur Kuningan dilanda kekeringan. Namun kondisi itu tidak terjadi di wilayah Kuningan lainnya, seperti di Kecamatan Jalaksana, Cilimus dan Cigandamekar. Pasokan air untuk areal persawahan di tiga kawasan tersebut terlihat masih melimpah.
Pantauan Kuningan News, Selasa (13/9), melimpahnya pasokan air di tiga kawasan itu karena dekat dengan sumber mata air. Di Kecamatan Jalaksana misalnya, daerah itu cukup dekat dengan mata air Cibulan. Begitu juga di Kecamatan Cilimus yang berdekatan dengan beberapa sumber mata air kaki Gunung Ciremai. Sementara untuk Kecamatan Cigandamekar berdekatan dengan sember mata air yang ada di Sangkanurip.
Salah seorang petani asal Kecamatan Cigandamekar, Dawud (54), menuturkan dirinya mengaku belum mengalami dampak kekeringan di musim kemarau yang saat ini sedang terjadi. Pasalnya, pasokan air untuk areal sawah di daaerahnya masih relatif stabil. “Alhamdullilah Mas, di daerah areal persawahan saya pasokan airnya tetap bagus, meskipun saat ini sedang mengalami musim kemarau,” ujarnya kepada Kuningan News, saat ditemui di areal persawahan miliknya.
Hal senada disampaikan Romli (47), petani asal Kecamatan Jalaksana. Dia mengungkapkan belum mengalami masalah berarti akibat musim kemarau. Bahkan hasil panen dari sawah miliknya lebih meningkat jika dibandingkan dengan musim penghujan. Pasalnya, kondisi ini membuat dirinya lebih bisa mengontrol pengaturan air. Dia kemudian mencontohkan, warga Desa Manis Kidul dan Babakan Mulya Kecamatan Jalaksana yang ada di lereng Gunung Ciremai, memiliki tradisi khusus untuk menghargai air sebagai sumber kehidupan. “Setiap tahunnya warga di sekitar daerah kami memiliki tradisi dengan cara mengadakan syukuran untuk menghargai air, yaitu dengan sebutan Kawin Cai. Hal ini adalah sebagai bentuk dari syukuran warga yang dekat dengan sumber air,” pungkasnya.
Posted by Bang Apooh
Jalaksana,
Pemerintahan,
Utama
07.39

Mengangkat tema “Dengan jiwa korsa rimbawan kita tingkatkan partisipasi masyarakat untuk mewujudkan hutan lestari dan masyarakat sejahtera,” Upacara peringatan hari bhakti rimbawan yang ke-28 berlangsung di kawasan balong dalem desa Babakan mulya kecamatan Jalaksana. Selasa (16/3).
Dalam kesempatan tersebut Bupati Aang bertindak langsung selaku pimpinan upacara, ikut menghadiri Kepala dinas Kehutanan dan Perkebunan Ir. Dendie Warsita, Kepala Perum Perhutani Ir Purwanto, Muspika kecamatan Jalaksana serta undangan lainnya.
“Tujuan peringatan hari bahkti rimbawan ke 28 ini yaitu memupuk jiwa persatuan dan kesatuan diantara insan rimbawan, menjaga dan memelihara eksistensi komunitas rimbawan sebagai bagian terpenting dari elemen pembangunan serta menjalin harmonisasi dengan seluruh pihak terutama masyarakat sebagai mitra terbaik dalam membangun kehutanan,” Ujar Dendie dalam laporannya.
Menurutnya, dalam mengisi peringatan hari bhakti rimbawan ke 28 akan dilaksanakan kegiatan donor darah sebagai bentuk manifestasi dari sikap dan kepedulian rimbawan dalam kehidupan bermasyarakat, penebaran benih ikan, penanaman pohon serta lomba-lomba yang bersifat “Fun game” .
Sebagai rangkaian kegiatan, lanjut Ia, pihaknya akan merencanakan kegiatan yang bersifat kedinasan berupa rapat koordinasi program dan kegiatan tahun 2011 untuk sinergitas dan sinkronisasi pembangunan kehutanan di wilayah perhutani, TNGC dan hutbun, terkait dengan gagasan kerjasama antar daerah perbatasan sebagai tindak lanjut dari “Kuningan Summit” sektor kehutanan dipandang perlu melakukan koordinasi dengan Kabupaten/Kota perbatasan.
Sementara itu Bupati Aang mengatakan, pembangunan bidang kehutanan tidak terlepas dari peran serta elemen-elemen terkait didalamnya, salah satunya para rimbawan yang mempunyai peran cukup sentral sehingga dipundak para rimabawanlah sebagai individu maupun dalam suatu organisasi semakin berat, luas, dan kompleks namun mulia.
Hal tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pengabdian rimbangan untuk lebih professional dalam menjalankan tugasnya serta terus meningkatkan mutunya.”Profesionalisme dan kearifan sangat diperlukan untuk membentuk jatidiri dalam melaksanakan pembangunan hutan lestari, yang tidak saja didambakan sebagai kepentingan nasional tetapi juga global,” tegas Bupati Aang.
Lebih lanjut Ia mengatakan, banyak kontribusi nyata yang telah diberikan rimbawan bagi pembangunan kehutanan namun dibalik itu kekurangannya pun pasti ada dan untuk itu harus bekerja keras untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan atau kekurangan, dengan semangat menyukseskan visi kementrian kehutanan 2009-2014, yaitu “Hutan lestari untuk kesejahtraan masyarakat yang berkeadilan,” menjadi dasar bagi peningkatan serta perbaikan kinerja.
Masih menurutnya, ke depan pembangunan kehutanan lebih mengutamakan perhatian pada kawasan konservasi, serta kesejahteraan masyarakat bagi masyarakat yang berada di dalam dan disekitar hutan, meskipun tetap selaras dengan kebutuhan Negara dalam mencapai pertumbuhan ekonomi.Bupati Aang berpesan agar rimbawan terus memupuk profesionalisme dan kearifan serta terus ditingkatkan kualitasnya seperti dalam penguasaan teknis, sikkap unggul dan integritas moral, seperti kemauan untuk selalu meraih prestasi kerja yang terbaik, dengan berpegang pada norma dan etika kerja yang sudah ditentukan.
Sumber : Humas kuningan
Posted by Bang Apooh
Jalaksana,
Pemerintahan,
Utama
08.08

Bersamaan dengan suasana Maulid Nabi Besar Muhammad SAW., masyarakat Muslim Desa Jalaksana telah berhasil mewujudkan satu momentum keagamaan berupa selesainya perehaban Masjid At-Taqwa yang megah dan ASRI. Perehaban ini langsung diresmikan Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda , Minggu (27/2) ditandai dengan pengguntingan pita salah satunya penggunaan tempat wudhu yang semula berada di belakang sekarang di depan.
Dengan kondisi masjid sekarang ini, tentunya akan bermanfaat bagi masyarakat sebagai fasilitas keagamaan yang kelak dapat mendukung kenyamanan pelaksanaan ibadah dan kegiatan lainnya untuk mensyiarkan Agama Islam. Momentum perehaban Masjid sekaligus Maulid Nabi Besar Muhammad SAW., ini dihadiri Camat Jalaksana, Kepala Desa Jalaksana, Ketua BPD/LPM, Panitia Pembangunan Masjid dan masyarakat. Bahkan menghadirkan juga Buya Yahya untuk memberikan tausiyah .
Dalam kesempatan ini Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda menuturkan, mengingat momentum persemian Masjid At-Taqwa ini bertepatan dengan menyambut/memperingati Bulan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Diharapakan menjadi media dakwah untuk memperkokoh komitmen kita bersama membangun pembinaan kehidupan beragama secara berkualitas baik dari segi ubudiyah maupun muamaliyahnya. Kemudian alurnya senantiasa dinafasi keiklasan guna mengharap ridho Allah dan Inayahnya.
Kepada seluruh komponen masyarakat, Bupati Kuningan mengajak, untuk memfungsikan masjid dengan memakmurkannya melalui kesemarakan ibadah secara berjamaah, sebagai ciri bahwa Umat Islam adalah Umat yang satu dan tak mengenal perbedaan status. Kelebihannya dipandang semata-mata dipandang Allah karena ketaqwaan yang sangat luhur.
“Perkuat jalinan silaturahmi sehingga nampak potensi umat Islam sebagai sebuah jamaah yang memiliki kekuatan besar dan mampu melakukan hal-hal bermanfaat , tidak saja untuk intern Umat Islam tapi umat lain di sekitarnya. Dalam koridor kerukunan dengan saling menghormati dan menghargai keyakinan yang dimiliki,”harapnya.
Disamping itu, Bupati Kuningan juga mengajak, menyiapkan ruang yang cukup untuk kegiatan remaja masjid, sehingga pertumbuhan daya pikir dankejiwaan generasi penerus senantiasa terbimbing siraman wahyu Allah dan kesucian agama yang diridhoinya. Dan Peliharalah dengan baik kesucian dan keasrian lingkungan Masjid yang megah dan anggun ini, bukti bahwa Umat Islam memiliki kekayaan budaya yang pantas disegani dan dihormati.
“Bangunlah kekompakan diantara para tokoh agama dan masyarakat disini untuk memelihara akhlak masyarakat bersama-sama dengan perangkat desa juga generasi muda dan remaja masjidnya,”katanya. Usai itu Bupati Kuningan memberikan bantuan untuk kemakmuran masjid ini.
Sumber : Humas Kuningan