Posted by Unknown
News,
Pendidikan
17.07
Pengumuman kelulusan bagi siswa SMA di Tanah Air akan diumumkan secara
serentak Sabtu 26 Mei 2012 lusa. Kira-kira siapa yang meraih nilai ujian
nasional (UN) murni tertinggi? Rupanya nilai tertinggi diraih oleh
seorang siswi dari SMAN 2 Kuningan, Jawa Barat.
Berdasarkan data
yang dirilis Kemendikbud pada Kamis (24/5/2012), siswi yang namanya
masih dirahasiakan ini mendapat nilai 58,60 untuk UN-nya. Sedangkan di
peringkat kedua terdapat siswi dari SMA Negeri 2 Lamongan, Jawa Timur.
Perolehan nilai UN murninya adalah 58,50.
Seorang siswi asal SMAN
4 Denpasar juga memperoleh nilai 58,50. Sedangkan siswi asal SMA Santa
Ursula Jakarta juga berada di daftar peraih nilai UN tertinggi dengan
jumlah nilai 58,45. Nilai 58,45 juga diraih oleh siswa SMAN 2 Lamongan,
siswa SMAN 1 Ponorogo Jawa Timur, siswa SMAN 1 Sidoarjo Jawa Timur, dan
siswa SMA Pasundan 1, Jawa Barat.
Beberapa sekolah juga mencatat
angka kelulusan 100 persen. Misalnya saja SMAN 10 Fajar Harapan di Kota
Banda Aceh, SMAN 1 Cibitung Bekasi, SMAN 4 Denpasar Bali, dan SMAN 2
Lamongan.
Sementara itu untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK),
tingkat kelulusan pada 2012 ini mencapai 99,60 persen. Dari 414.202
siswa, ada 1.671 orang yang tidak lulus. Tingkat kelulusan ini sedikit
lebih baik dari tahun sebelumnya, di mana tingkat kelulusannya 99,51
persen.
Siswi dari SMKN 2 Semarang, Jawa Tengah yang namanya
masih dirahasiakan menduduki peringkat pertama perolehan nilai UN murni
dengan perolehan 29,60. Angka yang sama diraih oleh siswi dari SMK Mitra
Batik, Tasikmalaya, Jawa Barat dan siswa SMKN 1 Katapang, Jawa Barat.
Beberapa
SMK tercatat memiliki rata-rata nilai UN murni tinggi. Misalnya saja
SMK Taman Siswa Sawit Seberang, Kabupaten Langkat, Sumut. Nilai
rata-rata UN murninya 9,23. SMK Pacet, Mojokerto, Jawa Timur mencatat
rata-rata nilai UN siswanya 9,20. Sedangkan SMKN 1 Lamongan, nilai
rata-rata siswanya 9,19.
Posted by Unknown
Cibeureum,
News,
Pemerintahan,
Pendidikan,
Sukarapih,
Utama
10.08
Proses pendidikan tidak hanya terbatas pada penguasaan ilmu pengetahuan bagi para siswa, tetapi harus dikembangkan pula kepemilikan karakter dan moralitas yang dapat dibanggakan oleh orang tua, pemerintah dan Negara. Pembentukan karakter yang dilakukan sedini mungkin akan lebih efektif dan berhasil, sehingga hal tersebut perlu dirancang pula dengan baik serta lebih mendasar agar mampu menghasilkan konsep-konsep pendidikan yang dapat dengan mudah diterima oleh anak. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Kuningan, Drs. H. Momon Rochmana, MM saat meresmikan TK Asih Desa Sukarapih Kecamatan Cibeureum, turut menghadiri Ketua TP. PKK Kabupaten Kuningan, Hj. Utje Ch Suganda yang juga selaku Bunda PAUD Kabupaten Kuningan, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Drs. H. Maman Suparman, MM, Camat Kecamatan Cibeureum, Suparman serta undangan lainnya, Rabu (25/1).
Menurutnya, kebijakan Pemerintah Daerah dalam penyelenggaraan pendidikan jenjang Taman Kanak-Kanak ditujukan pada pembentukan karakter siswa agar memiliki dasar-dasar moralitas yang baik sehingga akan menjadi pondasi yang kuat untuk mengikuti pembelajaran pada jenjang berikutnya. “ Hal ini penting untuk dipahami seluruh masyarakat serta seluruh stake holder khususnya di Kecamatan Cibeureum umumnya di Kabupaten Kuningan,” ujarnya.
Wabup Momon berharap dengan diresmikannya bangunan Taman Kanak-Kanak ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya serta tidak lupa untuk merawat dan memeliharanya, karena tidak sedikit bangunan sekolah menjadi rusak diakibatkan kurang pemeliharaan.
Lebih lanjut, Ia meminta untuk melakukan penataan lingkungan sekolah yang nyaman dan indah sehingga para siswa dan guru betah tinggal di sekolah yang pada gilirannya akan mendorong keberhasilan proses pembelajaran.
Sementara itu Ketua Panitia Pembangunan TK Asih, Ratnaidah, S.Pd, menyebutkan jumlah siswa yang telah terdaftar sebanyak 68 orang yang terdiri dari PAUD formal sebanyak 46 orang serta nonformal 22 orang, “ Sebelumnya kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di Gedung Balai Desa Sukarapih kemudian satu tahun terakhir KBM menumpang di rumah warga karena Balai Desa Sukarapih sedang dilakukan renovasi,” paparnya.
Kemudian lanjut Ia, dengan pengajuan proposal pembangunan TK Pedesaan kepada Direktorat Jendral PAUDNI Kemendiknas RI melalui Disdikpora akhirnya mendapatkan bantuan sebesar Rp. 160.000.000 serta bantuan tanah wakaf H. Iding Suwardiman , S.E.,M.Kes seluas 380 m2 dan wakaf dari Bu Ratnaidah seluas 240 m2 sehingga jumlah tanah 620 m2 atau 44 bata. ( Sumber : Bagian Humas Setda Kabupaten Kuningan ).
Posted by Bang Apooh
Pemerintahan,
Pendidikan,
Utama
11.25

Sedikitnya 100 orang guru di kabupaten Kuningan dibekali wawasan empat pilar kebangsaan serta pendidikan karakter oleh mantan ketua umum pengurus besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Prof. Dr. Muhammad Surya di gedung PGRI Kuningan, Senin (26/12). Pembekalan ini merupakan salah satu rangkaian acara dalam memeriahkan Hut PGRI ke-66 dan hari guru Nasional ke-16.
Muhammad Surya yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) kepada Kuningan News mengatakan, selain pembekalan atau sosialisasi, acara kali ini juga dimaksudkan untuk menyerap aspirasi guru-guru di Kuningan dalam konteks pendidikan. Selain dalam dunia pendidikan, dirinya mengaku telah menyerap aspirasi dalam sektor lain, seperti ekonomi dan pembangunan.
“Aspirasi yang berhasil saya serap dalam konteks pendidikan di Kuningan antara lain seputar peningkatan mutu guru, sarana pra sarana, sertifikasi guru, dan lain sebagainya. Nanti aspirasi ini akan saya tindak lanjuti di tingkat Nasional,”katanya.
Sementara, ketua panitia pelaksana, Opik Opini, M.Pd mengatakan, acara kali ini merupakan salah satu inisiatif Muhammad Surya untuk memberikan pemahaman seputar aktualisasi empat pilar kebangsaan serta pendidikan karakter dalam dunia pendidikan. “Alhamdulillah, karena Pak Surya merupakan warga asli Kuningan yang memiliki kepedulian tinggi bagi pendidikan di Kuningan, beliau bersedia menjadi pembicara pada kesempatan ini,”jelasnya.
Rencananya lanjut Opik, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan menyelenggarakan audiensi dengan DPD RI guna membahas isu-isu pendidikan baik di tingkat lokal maupun Nasional. “Insya Allah Pak Surya nanti akan mengajak kita berkunjung ke DPD RI untuk menyampaikan aspirasi dengan lebih komprehensif,”imbuhnya. Lebih dalam Opik menyebutkan, banyak kegiatan lain yang telah dilaksanakan dalam memeriahkan Hut PGRI dan hari guru Nasional ini. Antara lain kegiatan sosial, olahraga, hingga peningkatan kualitas guru di Kuningan. “Kami berharap dengan banyaknya kegiatan dalam memeriahkan hut PGRI dan hari Guru Nasional ini, pendidikan di kabupaten Kuningan dapat meningkat pesat,”pungkasnya.
Posted by Bang Apooh
Pemerintahan,
Pendidikan,
Utama
11.18

Sebagai organisasi non politik, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) khususnya di Kabupaten Kuningan, tidak pernah diarahkan untuk terjun langsung ke dunia politik. Khususnya di Kuningan, PGRI tidak akan diarahkan untuk memberikan dukungan kepada Bupati Kuningan yang diusung untuk menjadi Calon Gubernur (Cagub) Jawa Barat.
Demikian hal itu ditegaskan mantan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PGRI yang kini menjabat anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Prof DR H Muhammad Surya MA, usai memberikan materi 4 pilar kebangsaan kepada ratusan guru, di aula gedung PGRI Kuningan, Senin (26/12).
“PGRI tidak akan diarahkan untuk mendukung Aang jadi Cagub Jabar. PGRI ini merupakan organisasi yang tidak mempunyai sistem komando, dan PGRI itu bukan partai politik,”ungkap Surya yang juga tokoh masyarakat Kuningan asal Desa Citangtu Kuningan itu menegaskan.
Dikatakan Surya, PGRI merupakan wadah bagi orang-orang cerdas dan berpendidikan. “PGRI itu tempatnya orang-orang cerdas yang berpendidikan minimal S1. Selama ini, PGRI tidak pernah diarahkan kepada politik, baik itu Pilpres, Pilkada hingga ajang politik lainnya. Kita kembalikan kepada pilihan kita masing-masing,”ujarnya.
Kendati begitu, sebagai teman dekat yang sangat mengetahui sepak terjang Bupati Kuningan H Aang Hamid Suganda, Surya mengaku sangat senang dan menyambut baik terhadap rencana pencalonan temannya itu untuk menjadi Gubernur Jawa Barat. “Sebagai teman, saya sangat senang sekali kalau orang Kuningan bisa mencalonkan diri sebagai Cagub Jabar. Terlebih ini teman saya yang telah menjabat Bupati Kuningan selama dua periode,”terangnya.
Menurut Surya, meskipun pencalonan Aang harus melalui mekanisme tersendiri, sebagai pituin orang Kuningan, dirinya sangat mendukung Aang untuk maju menuju kursi Jabar 1. “Yang pasti, saya sangat mendukung Aang, karena saya lihat selama dua periode ini, dia sudah bisa menunjukan prestasi yang begitu tumbuh. Yaitu pembangunan yang ‘kadeuleu, kareungeu, karasa jeung karampa ataua kelihatan, kedengaran, terasa dan teraba,”katanya.
Jika nantinya Aang benar-benar menjadi Gubernur Jabar, Surya berharap agar rekannya sesama orang Kuningan itu dapat membangun Jawa Barat seperti kemampuan Aang dalam membangun Kuningan. “Beliau ini sudah berpengalaman, apalagi selama dalam kepemimpinannya, Kuningan sangat kondusif. Sebagai teman dekatnya, saya sangat tahu siapa itu Aang. Saya kira, untuk maju menuju Cagub Jabar dan lainnya, yang dikedepankan itu tidak hanya popularitas, akan tetapi kita harus melihat faktor dari sisi-sisi lainnya,”ujarnya. Ditanya bagaimana jika Aang tidak masuk nominasi dan tidak lolos menjadi Cagub Jabar, Surya mengaku belum bisa memberikan komentar karena informasi pencalonan Aang tersebut baru ia terima melalui ‘harewos bojong’ (bisik-bisik, red). “Yang pasti, siapa pun kita, sebagai ummat Muslim harus optimis. Termasuk Pak Aang juga harus optimis,”pungkasnya.
Posted by Bang Apooh
Pendidikan,
Utama
12.00

Sebanyak 21 dosen dari Program Studi Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad Bandung, menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan hubungan media, di Aula Bappeda Rabu (14/12). Kegiatan ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dipenuhi oleh dosen, selain penelitian dan pendidikan.
Pada sesi pertama Pelatihan Hubungan Media yang disampaikan oleh Drs. Aceng Abdulah, berlangsung sangat menarik. Pembicara dihujani pertanyaan oleh para peserta, seputar trik menghadapi pers. Bahkan beberapa peserta mengusulkan follow up dari kegiatan ini, karena dapat membantu para aparatur menghadapi pelaku media sehingga tercipta hubungan yang harmonis di antara keduanya.
Sementara di lokasi lain, kegiatan pelatihan internet blogging juga dipenuhi para siswa SMA yang mempraktekkan langsung materi yang diberikan. Rata-rata siswa memang sudah tidak asing dengan internet dan kegiatan blogging. Namun dalam pelatihan tersebut diberikan cara mengelola blog masing-masing, agar isi blog dibaca para blogger lainnya serta membuat blog menarik, tanpa kehilangan kesantunannya.
Ketua Program Studi Jurnalistik Fikom Unpad, Dra. Herlina, M.T dalam laporannya mengatakan, kegiatan pengabdian masyarakat kali ini dipusatkan di Kabupaten Kuningan yang meliputi, Pelatihan Hubungan Media bagi para kepala SKPD se-Kabupaten Kuningan, Pelatihan Teknik Presentasi bagi para pejabat Esselon III di lingkup Pemkab Kuningan.
Selain itu, Pelatihan Penulisan Artikel bagi guru SMA/sederajat, Pelatihan Internet Blogging bagi siswa SMA/sederajat, Pelatihan Video Shooting bagi aparatur di lingkup Pemkab Kuningan, Pelatihan Manajemen Radio Siaran bagi pengelola radio siaran di Kabupaten Kuningan, serta Pelatihan Jurnalistik Pemula bagi pengurus OSIS SMP se-Kabupaten Kuningan.
“Lokasi kegiatan akan dilaksanakan di tiga lokasi berbeda, yaitu Aula Bappeda, SMAN 1 Kuningan, dan SMPN 1 Kuningan,”katanya
Sementara, Wakil Bupati Kuningan H. Momon Rochmana dalam sambutannya mengatakan, pihaknya menyambut baik kegiatan seperti ini. Dengan keterbatasan dana serta sumber daya aparatur, kegiatan seperti ini sangat membantu pemerintah daerah untuk memenuhi kekurangan-kekurangan yang ada. “Saya berharap kerjasama yang baik ini akan terus berlanjut dalam bidang dan kesempatan yang lain. Saya mengimbau kepada peserta pelatihan untuk menimba ilmu dan memanfaatkan kesempatan tersebut, sehingga dapat diimplementasikan dalam melaksanakan tugas sebagai abdi masyarakat,”paparnya.
Posted by Bang Apooh
Pemerintahan,
Pendidikan,
Utama
07.53

Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan (Fahutan Uniku) bekerja sama dengan Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA), saat ini tengah berupaya menghijaukan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).
Berbagai jenis pohon ditanam dalam upaya memulihkan kawasan hutan melalui gerakan restorasi yakni pemulihan ekosistem hutan sesuai ekosistem aslinya.
Ketua Panitia Pelaksana, Ukas Suharfaputra, M.P., didampingi aktivis Uniku Jajang Nuramin, S.Hut., menyebutkan kepada “PRLM”, seusai melakukan penanaman di Desa Setianegara Kec.Cilimus Kab.Kuningan, Rabu (7/12), kegiatan melalui projek Pembangunan Kapasitas dalam Upaya Restorasi Kawasan Konservasi (Project on Capacity Building for Restoration of Ecosystems in Conservation Areas), dilaksanakan di Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai seluas 25 Ha, yakni berlokasi di Resort Darma (Blok Karangsari, Desa Karangsari, Kec. Darma) seluas 10 Ha, di Resort Cilimus (Blok Lambosir, Desa Setianegara, Kec. Cilimus) seluas 10 Ha serta di Resort Mandirancan (Blok Seda, Desa Seda, Kec. Mandirancan) seluas 5 Ha.
Fakultas Kehutanan Uniku, kata Ukas, berperan sebagai mitra BTNGC dan JICA dalam pelaksanaan kegiatan restorasi selama lima tahun, yaitu mulai dari 2011 sampai dengan tahun 2014 mendatang. Kegiatan restorasi tersebut tidak terlepas dari peran aktif masyarakat setempat di daerah kawasan hutan, melalui Kelompok Kerja (Working Groups) yang dibentuk Fakultas Kehutanan.
“Kami dari Uniku, berperan mulai dari tahap persiapan, meliputi penyiapan persemaian, pengumpulan dan pembuatan tanaman dan pemeliharan bibit di persemaian, penyiapan lahan tanam dan penanaman serta tahap akhir berupa pemeliharaan dan pengamanan lokasi restorasi,” paparnya. Jenis pohon yang ditanam tahap awal berupa Kedoya, Kareumbi, Salam, Huru, Caruy yang seluruhnya merupakan jenis tanaman endemik Gunung Ciremai, yang dihasilkan dari persemaian kelompok kerja masyarakat desa di sekitar lokasi kegiatan.
Posted by Bang Apooh
Pendidikan,
Tokoh,
Utama
13.05

Kendati memiliki postur tubuh elegan, wajah cantik, serta kecerdasan tinggi, tidak lantas membuat Yuka Mutiara Al-Azhar angkuh dan pongah. Sebaliknya, siswi kelas III SMA N I Kuningan ini ternyata memiliki sifat mudah bergaul dan rendah hati. Sehingga pantas jika putri kandung H Kartono ini banyak dikagumi teman-teman dan sanak famili. Apalagi, gadis yang akrab disapa Yuka ini mampu meraih seabrek prestasi. Baik itu akademik maupun non akademik.
Kepada Kuningan News, Senin (21/11) dara manis kelahiran 9 Desember 1994 ini menuturkan, dirinya sangat bersyukur kepada Tuhan yang telah mempermudah jalannya untuk berprestasi. Dari mulai prestasi ranking teratas di sekolah, hingga dinobatkan menjadi juara mojang favorit Kuningan 2010. “Bagi aku, prestasi merupakan tolak ukur kemampuan diri yang harus terus ditingkatkan,”jelasnya.
Lebih dalam, Yuka meneruskan, dirinya tak ingin menyia-nyiakan waktu untuk ihwal tak produktif. Mengingat, waktu sangat berharga dan harus digunakan semaksimal mungkin untuk peningkatan kualitas diri. “Demi masa depan, aku rela mengisi masa remaja ini dengan selalu belajar dan berdoa mas. Karena jika sekarang kita leha-leha, mau jadi apa kita nanti,”tegasnya.
Dikatakan Yuka, pramugari merupakan profesi pilihan hidupnya nanti. Karena baginya, profesi yang bertempat kerja di maskapai penerbangan ini terbilang sangat menyenangkan sekaligus menantang. Sangat cocok dengan karakter dirinya yang sangat suka tantangan. “Aku akan berusaha mewujudkan cita-citaku itu mas,”tegasnya.
Posted by Bang Apooh
Cijoho,
Pendidikan,
Utama
12.59
Guna memperingati hari AIDS sedunia, puluhan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan (STIKKU), menggelar aksi simpatik, Kamis (1/12). Dalam aksinya, para mahasiswa membagikan pita merah dan liplet kepada pengguna jalan di seputar Bunderan Cijoho Kuningan.
Aksi mahasiswa STIKKU dimulai dengan berjalan kaki dari Taman Kota hingga Bunderan Cijoho. Sambil membawa poster bertuliskan berbagai slogan perlawanan terhadap narkoba dan HIV/AIDS, mereka juga membagikan selembaran dan mengingatkan pengguna jalan untuk selalu tanggap terhadap bahaya virus yang mematikan tersebut. Selain itu, mereka juga melakukan penggalangan dana untuk korban bencana longsor di Haurkuning dan membantu meringankan ODHA (orang dengan HIV/AIDS).
Ketua BEM STIKKU, Enda Fauzi, yang juga menjadi koordinator aksi kepada Kuningan News mengatakan, dalam memperingati Hari HIV/AIDS yang jatuh pada 1 Desember ini, pihaknya ingin mengajak kepada masyarakat Kuningan untuk tanggap terhadap bahaya HIV/AIDS yang sampai saat ini obatnya belum diketahui.
“Sebagai daerah tujuan wisata, Kabupaten Kuningan sangat potensial menjadi daerah yang terancam penyebaran HIV/AIDS. Oleh karena itu, kami mengajak kepada seluruh warga masyarakat, khususnya para orang tua untuk mengawasi prilaku anak-anaknya dan melakukan tindakan preventif apabila menemukan orang yang diduga menderita HIV/AIDS,” ujar Enda.
Enda menandaskan, aksi seperti ini akan dilakukan secara rutin. Adapun untuk aksinya saat ini ini merupakan yang kedua kalinya. “Ke depan kami dari BEM STIKKU sudah merencanakan untuk menggelar acara talk show tentang bahaya HIV/AIDS dan penyebarannya, gejalanya hingga pencegahannya. Kami akan terus berjuang supaya Kabupaten Kuningan terbebas dari penyakit seperti ini,” tutupnya.
Posted by Bang Apooh
Pendidikan,
Utama
07.56

Maraknya kekerasan oleh pelajar yang terlibat geng motor brutal menambah daftar panjang pekerjaan rumah (PR) dunia pendidikan di Kabupaten Kuningan. Pasalnya, fenomena tersebut merupakan indikasi fungsi pendidikan dalam membentuk karakter dan moral bangsa tak berjalan efektif. Padahal, prilaku negatif itu seharusnya dapat diminimalisir melalui komunikasi antara pihak sekolah dengan orangtua siswa.
Tokoh Pendidikan Kuningan, Dr Uhar Suharsaputra MPd, kepada Kuningan News, Senin (14/11) mengatakan, jika ada pelajar yang memiliki prilaku menyimpang, maka pihak yang paling bertanggung jawab adalah orangtua dan guru yang bersangkutan. Menurut Uhar, keduanya memiliki peran penting dalam mengontrol perkembangan anak. “Pihak sekolah tidak bisa lepas tangan jika ada peserta didik yang melakukan tindakan menyimpang,” tegasnya.
Meskipun prilaku menyimpang siswa terjadi di luar jam sekolah, sambung Uhar, tidak serta merta membuat seluruh tanggungjawab dibebankan kepada orangtua. Karena seharusnya, sekolah melalui guru atau wali kelas dapat membina dan mengontrol karakter anak didik. Karena itu, lanjut dia, sekolah dan orangtua siswa harus bekerjasama dan menjalin komunikasi intensif dalam pembinaan siswa.
“Fenomena sekarang ini, pertemuan antara pihak sekolah dan orangtua siswa kerap kali hanya ada saat membahas masalah keuangan dan administrasi. Padahal pembinaan karakter siswa itu sifatnya lebih urgen untuk dibahas bersama. Sehingga, nanti akan timbul sinergitas antara pihak sekolah dan orangtua yang dapat mencegah prilaku menyimpang anak,” tutur Pembantu Rektor I Universitas Kuningan ini.
Selain pihak sekolah dan orangtua, masih kata Uhar, pihak pemerintah melalui Dinas Pendidikan, juga memiliki peran yang tak kalah pentingnya. Karena sebagai pemegang kebijakan pendidikan, Dinas Pendidikan dapat memberlakukan kebijakan-kebijakan strategis guna meningkatkan kualitas pendidikan, yang tidak hanya bertumpu pada penilaian normatif siswa dalam belajar. “Selain itu, birokrat yang memiliki power (kekuasaan, red) dalam bidang pendidikan itu seyogianya dapat senantiasa mengontrol dan mengarahkan pihak sekolah, untuk memperketat pengawasan kepada anak didik. Jadi kenakalan remaja ini merupakan permasalahan sistemik yang harus ditanggulangi bersama oleh semua pihak,” jelasnya.