Posted by Bang Apooh
Darma,
Pariwisata,
Pemerintahan,
Utama
11.23

Penunjukan Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) untuk mengelola objek wisata Waduk Darma mulai tahun 2012 sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Bupati No 539/KPTS.448-PDAU/2011 tertanggal 19 Desember 2011, mendapat penolakan dari sejumlah warga Darma. Mereka menilai, objek wisata Waduk Darma merupakan asset milik pemrov Jabar.
Menurut tokoh masyarakat Darma, Rusamsi saat ditemui Kuningan News, Senin (26/12) mengatakan, objek wisata waduk darma merupakan satu hamparan dan memiliki satu sertifikat yang merupakan asset milik pemrov Jabar. Selama ini, obyek wisata Waduk Darma memiliki MoU dengan Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kuningan yang dibuat pada tahun 2008.
“Waduk Darma adalah asset yang dikuasai oleh Pemrov Jabar berdasarkan sertifikat hak pakai. Bila asset tersebut akan dimanfaatkan kegiatan komersial oleh BUMD/swasta maka kerjasama pemanfaatannya harus dengan pemilik asset yaitu gubernur,”kata Rusamsi yang ikut menandatangani setifikat kepemilikan Waduk Darma.
Oleh karena itu kata Rusamsi, pemkab yang dalam hal ini Bupati, tidak punya kewenangan utuk menetapkan pemanfaatan asset untuk komersialisasi kepada pihak manapun. “Kalau dipaksakan, menyalahi PP no 6 tahun 2006 jo Permendagri 17 tahun 2007 tentang pengelolaan barang milik daerah,”jelasnya.
Terpisah, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Kuningan, Yudi M Rodi menyatakan kepemilikan Waduk Darma sejak pemberlakuan undang-undang otonomi daerah adalah milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sehingga SK Bupati tersebut tidak bisa dilaksanakan dan perlu peninjauan ulang. “Namun, hal tersebut dibantah Bupati Aang. Belaiu mengatakan bahwa kawasan objek wisata Waduk Darma adalah milik Pemerintah Kabupaten Kuningan. Adapun beberapa asset milik Pemerintah Provinsi Jabar adalah bangunan-bangunan yang berada di sebelah barat waduk. Oleh karena itu, Aang bersikukuh, Waduk Darma harus sudah mulai bisa dikelola oleh PDAU mulai tahun 2012 mendatang,”paparnya.
Posted by Bang Apooh
Darma,
Patroli,
Utama
11.55

Amir (40) warga desa Cikupa Rt 03/01 Kecamatan Darma, digelandang ke Polres Kuningan, karena telah melakukan tindakan KDART dan mencabuli anak kandungnya, sebut saja Bunga yang masih dibawah umur. Akibat perbuatan bejat bapaknya, korban yang baru berusia 14 tahun ini, kini sedang hamil 5 bulan.
Perbuatan tersangka terungkap, setelah seorang kerabat korban curiga dengan kondisi perut korban yang semakin membuncit. Setelah dilakukan test melalui alat kehamilan ternyata korban hamil. Setelah dididesak, korban mengaku dihamili oleh bapaknya sendiri.
Menurut Kasat Reskrim AKP Shobirin melalui Kanit PPA Aiptu Dahroji kepada Kuningan News Rabu (15/12) mengatakan, saat mendapat laporan dari istrinya Ocih (38), anggota langsung melakukan penangkapan dirumahnya karena khawatir tersangka melarikan diri. Dalam pemeriksaan polisi, tersangka mengaku melakukan perbuatan tak bermoral tersebut dirumahnya, saat istrinya sedang bekerja.
“Tersangka mengaku 3 kali mencabuli darah dagingnya sendiri, karena tidak puas berhubungan dengan istrinya. Sebelum melakukan hubungan, tersangka meminta untuk dipijit oleh korban, selanjutnya korban diancam akan dibunuh Jika melapor,”katanya.
Warga pendatang keturunan bugis Makasar ini kata Dahroji, melakukan pencabulan sejak akhir bulan Juni. Menurut pengakuan korban, bapaknya melakukan perbuatan tersebut lebih dari 3 kali. Tersangka merupakan residivis karena telah melakukan pencurian barang elektronik.
“Akibat perbuatannya, tersangka diancam pasal berlapis yakni UU KDART pasal 5 C junto pasal 46,47 dan UU perlindungan anak pasal 23 tahun 2004 pasal 81,82 dengan hukuman minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara,”terangnya.
Posted by Bang Apooh
Darma,
Pariwisata,
Pemerintahan,
Utama
08.51

Menjelang musim kemarau, keberadaan air di obyek wisata waduk Darma mengalami penyusutan hinggga 10 juta meter kubik. Debit normal air di waduk Darma 39 juta m3, kini tersisa hanya sekitar 29 juta m kubik. Secara kasat mata, penyusutan debet air dapat dilihat dari ketinggian air dengan badan pembatas yang turun sekitar 2 meteran.
Menurut salah seorang petugas pelaksana Waduk Darma, Eric Rismanto kepada Kuningan News, Minggu (11/9) mengatakan, menyusutnya air di Waduk Darma ini disebabkan, karena sejak dua bulan terakhir ada permintaan pasokan air untuk saluran irigasi pengairan areal persawahan di wilayah timur Kabupaten Kuningan dan sebagian daerah selatan Kabupaten Cirebon.
"Waduk Darma hanya berfungsi menampung air saat musim hujan dan tidak memiliki mata air. Oleh karena itu saat mulai memasuki musim kemarau, sekitar dua bulan yang lalu, saluran air dibuka untuk kebutuhan pengairan areal persawahan di wilayah timur Kabupaten Kuningan dan sebagian daerah selatan Kabupaten Cirebon,"katanya.
Air yang disalurkan untuk irigasi lanjut Eric, mencapai 3 m3 per detik atau jika dirata-ratakan dalam satu hari, air yang dialirkan untuk areal persawahan di sebagian wilayah timur Kabupaten Kuningan mencapai 260.000 m3.
Penyusutan debit air waduk darma kata Erik, diperkirakan akan semakin parah jika musim kemarau berlangsung lebih lama lagi. Namun untuk mengantisipasi kemungkinan kekeringan, telah ditetapkan batas minimal volume air waduk 7,5 juta m3. "Kami mempunyai ketetapan dead storage atau debit air terendah di waduk darma yaitu 7,5 juta m3. Pada saat debit air telah mencapai angka tersebut, maka penyaluran air untuk irigasi atau apa pun harus dihentikan. Hal ini untuk menjaga ketersediaan air di waduk. Kalaupun sangat dibutuhkan, maka akan disesuaikan dengan ketersediaan air waduk,"jelasnya
Penyusutan debit air waduk darma masih kata Eric, praktis berdampak pada keindahan objek wisata Waduk Darma. Akan tetapi, untuk sementara hal tersebut dikesampingkan untuk kepentingan masyarakat luas. "Untuk sementara, objek wisata dikesampingkan dulu. Dari pada harus mengorbankan ribuan hektare lahan pertanian yang dapat menghidupi masyarakat banyak,"ujarnya.
Posted by Bang Apooh
Ciwaru,
Darma,
Hantara,
Pemerintahan,
Utama
08.24

Sebanyak lima desa di Kabupaten Kuningan, kini dipimpin kepala desa baru. Setelah dilantik oleh Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda, yang dipusatkan di halaman Kantor Kepala Desa Sakerta Barat, Senin (27/6/2011).
Ke-lima kades yang dilantik tersebut diantaranya, Nuroh Nurhayati Kades Sakerta Barat Kecamatan Darma, Suhawan Kades Cikupa Kec. Darma, Asep Suhemi, Kades Margasari Kec. Luragung), Eyo Yohana Kades Pakapasan Girang Kec. Hantara, dan Rasim Yudiana Kades Sagaranten Kec. Ciwaru.
Turut menghadiri dalam pelantikan tersebut Dandim 0615 Letkol Kav. Sugeng Waskito Aji, Kepala Kejaksaan Negeri Refli, SH, Ketua Pengadilan Negeri Erwan Toni, SH. Pelantikan berlangsung sederhana tetapi khidmat. Seluruh Masyarakat Desa Sakerta Barat ikut juga menyaksikan momen tersebut. “Perbedaaan pendapat pada saat pemilihan kepala desa merupakan hal yang wajar sebagai bentuk dinamika dan kesadaran masayarakat untuk meyalurkan hak pilihnya. Hal ini juga merupakan konsekuensi dari sebuah perhelatan demokrasi di tingkat desa,” ujar Bupati Aang. (kuninganmedia/pooh)
Posted by Bang Apooh
Darma,
Pemerintahan,
Utama
08.20

Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) tahun 2011 di Kabupaten Kuningan, dipusatkan di kawasan Objek Wisata Waduk Darma Desa/Kecamatan Darma, Sabtu (25/6/2011).
Dalam acara tersebut, hadir Wakil Bupati Kuningan H. Momon Rochmana, Sekda Kuningan H. Yosef Setiawan, Dandim 0615 Letkol Kav Sugeng Waskito Aji, Kepala Kejaksaan Negeri Refly SH, MH serta undangan dan seluruh jajaran BNK dan Granat Kabupaten Kuningan.
Peringatan HANI tahun ini mengambil tema “ Hidup Sehat Tanpa Narkoba “. Hal tersebut mengandung arti bahwa Kabupaten Kuningan bertekad pada tahun 2015 terbebas dari penyalahgunaan Narkotika, dan obat-oabatan terlarang.
Dalam kesempatan itu dilakukan pelantikan pengurus GRANAT PAC Kecamatan Darma dan Pelantikan Ikatan Mahasiswa Anti Anrkoba (IMAN).
Ketua Panitia penyelenggara Hidayat Mu’min mengatakan, kegiatan ini dalam upaya meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat melalui gebyar pentas seni budaya anti narkoba. “Kami bersama siap membangun komitmen untuk menanggulangi narkoba, serta mendorong responsibilitas masyarakat untuk melakukan gerakan pencegahan melalui potensi dan peran sosial masing-masing pada lingkungan, “ kata Hidayat Mu;min (kuninganmedia/pooh)
Posted by Bang Apooh
Darma,
Pemerintahan,
Utama
08.58

Pemerintah Provinsi Jawa Barat bertekad untuk melanjutkan Program Desa Mandiri Dalam Perwujudan Desa Peradaban pada tahun 2012 mendatang. Setelah melihat bahwa dalam pelaksanaan program itu dinilai berhasil.
Seperti dikatakan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, pada acara Peresmian Desa Mandiri Dalam Perwujudan Desa Peradaban se-wilayah Cirebon, di Desa/Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Selasa (14/6/2011), bahwa Program Desa Mandiri Menuju Desa Peradaban akan terus dilanjutkan bahkan kuotanya akan ditambah.
“Awalnya saya sempat was-was, apalagi banyak pihak yang meragukan dengan program ini. Tapi Saya lillahita’ala untuk meneruskan rencana dan ternyata ini berhasil, dapat dirasakan oleh masyarakat,” papar Gubernur Ahmad Heryawan.
Ahmad Heryawan menjelaskan, dari 100 desa di Jawa Barat yang mendapat kucuran sebesar Rp 1 milyar per desa, direncanakan akan ditingkatkan antara 150 sampai 200 desa pada tahun 2012.
Menurut dia, Kabupaten Kuningan merupakan salah satu contoh dalam keberhasilan Program Desa Mandiri Dalam Perwujudan Desa Peradaban. Untuk itu kemungkinan rencana kedepan akan diusulkan untuk menjadi kabupaten percontohan di pemerintah pusat.
“Saya melihat Kuningan adalah salah satu contoh yang berhasil. Untuk
di wilayah Cirebon sendiri, ada 27 desa yang mendapat program ini ,
dan mudah-mudahan bisa bertambah. Salah satu contoh keberhasilan yaitu
desa bisa benar-benar membangun dan diharapkan bisa menuju desa
mandiri,”ujarnya.
Dikatakan, Desa Mandiri Dalam Perwujudan Desa Peradaban yaitu
dengan sebuah pandangan, bahwa desa harus mandri, lebih baik dan dalam
kondisi masyarakatnya mampu sebagaimana tempat-tempat seperti layaknya
perkotaan. Itu dirancang menjadi sebuah desa yang mandiri, bahkan
menuju desa peradaban pada saatnnya nanti. “Dengan demikian masyarakat yang ada di kita akan hidup tumbuh secara
wajar sebagaimana masyarakat perkotaan. Oleh karena itu harus
dirancang dengan simbo-simbol kemandirian dan mudah-mudahan kedepan
menjadi simbol desa peradaban,” imbuhnya. (kuninganmedia/pooh)
Posted by Bang Apooh
Darma,
Pemerintahan,
Utama
08.54

Peringatan hari air sedunia (World day of Water ) di Kabupaten Kuningan, baru dilaksanakan Selasa (14/6/2011), di kawasan Waduk Darma Desa/Kecamatan Darma. Padahal momen penting itu biasa diperingati setiap tanggal 22 maret, sebagaimana hasil keputusan yang diumumkan pada sidang umum PBB di Brazil pada 22 Desember 1992.
Peringatan air sedunia bertujuan selain untuk menyadarkan warga di dunia tentang pentingnya air bersih, juga upaya untuk menyadarkan pengelolaan air bersih yang berkelanjutan.
Terlepas dari alasan mengapa peringatan hari air sedunia di Kabupaten Kuningan baru diperingati hari ini, yang jelas acara ini merupakan serangkaian acara yang dilaksanakan Pemerintah Propinsi Jawa Barat yang mungkin dilaksanakan bertahap di beberapa daerah kabupaten.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun kuninganmedia.com, rangkaian peringatan hari air sedunia tahun ini diantaranya dengan mengadakan gerakan penghijauan di sekitar kawasan sumber air termasuk di sekitar kawasan perairan Waduk Darma.
Sedikitnya 750 pohon jenis trembesi seperti pohon mangga dan aren ditanam guna menjaga keseimbangan lingkungan terutama di kawasan Waduk Darma. Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan didampingi Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda menanam pohon pada acara itu.
Selain itu, Ahmad Heryawan menandatangan prasasti Situ Paleben. Situ ini merupakan salah satu situ di Kelurahan/Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Ahmad Heryawan menyebutkan, tahun ini PBB sudah menetapkan tema Hari Air Sedunia, yakni mengajak semua warga dunia untuk mewaspadai pertumbuhan penduduk, perubahan iklim, konflik horizontal dan bencana alam. “Semua itu akan berdampak pada ketersediaan dan keberlanjutan sumber-sumber air yang dibutuhkan bagi kehidupan manusia,” ujar Heryawan. (kuninganmedia/pooh)
Posted by Bang Apooh
Darma,
Pemerintahan,
Utama
08.51

Program Desa Mandiri Dalam Perwujudan Desa Peradaban yang digelindingkan Pemerintah Propinsi Jawa Barat, ternyata mendapat dukungan dari Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda yang kebetulan menjabat sebagai Sekjen Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).
Menurut Aang, APKASI telah menyampaikan aspirasi ke pemerintah pusat agar mengucurkan dana Rp satu milyar untuk pembangunan setiap desa di Indonesia.
“Dengan dana Rp. satu milyar untuk satu desa, maka semua sektor pembangunan di perdesaan akan lebih pesat sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata H. Aang Hamid Suganda, pada acara peresmian Desa Mandiri Dalam Perwujudan Desa Peradaban se wilayah Cirebon, di Desa/Kecamatan Darma, Selasa (14/6/2011).
Menurut dia, usulan itu cukup beralasan untuk menjadi bahan pertimbangan pemerintah pusat, melihat Anggaran Pengeluaran Belanja Negara (APBN) sebesar Rp. 1200 triliun, sebagian kecil bisa dimanfaatkan untuk pembangunan di lebih 78 ribu desa se-Indonesia.
Dengan nilai dana Rp. satu milyar per desa berarti kurang lebih 78 triliun atau kurang dari 10 persen dari APBN. ”Jika pemerintah pusat bisa memenuhi usulan tersebut, dana sebesar itu akan menyentuh masyarakat. Artinya masyarakat akan lebih sejahtera dibandingkan dengan bantuan-bantuan lainnya yang terkadang tidak tepat sasaran,” paparnya. (kuninganmedia/pooh)
Posted by Bang Apooh
Darma,
Pemerintahan,
Utama
10.26
Setelah ditegur dan diberi surat peringatan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kuningan, salah satu distributor pupuk bersubsidi, PT BS, di Kecamatan Darma kini aktif kembali dengan membuka kantor dan nampak ada aktifitas transaksi dengan pengecer.
Pada saat survei terakhir, kantor distributor PT BS aktif kembali dan melakukan transaksi jual beli pupuk bersubsidi di tempatnya. Tidak seperti sebelumnya, yaitu melakukan transaksi di rumahnya yaitu di Kabupaten Majalengka.
“Hal tersebut melanggar Peraturan Menteri Perdagangan No. 21/M-DAG/PER/6/2008 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian. Dimana penyaluran tersebut harus tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat, tepat waktu dan tepat mutu,” ujar Kabid Perdagangan, Disperindag, RD Markum.
Jika terjadi kembali pelanggaran, Disperindag pun tidak akan segan-segan melakukan peringatan kembali hingga tiga kali peringatan.
Jika masih membandel pihaknya akan mencabut ijin rekomendasinya. Dan itu berlaku pula bagi distributor lainnya yang berjumlah 11 distributor pupuk bersubsidi
Posted by Bang Apooh
Darma,
Pemerintahan,
Utama
13.23

Desa Darma merupakan salah satu desa di Kabupaten Kuningan yang menerima dana alokasi program desa membangun menuju desa peradaban tahun 2010, Program Desa Mandiri dalam Perwujudan desa peradaban yang digulirkan Gubernur Jawa Barat tersebut sudah mulai terealisasi bahkan sudah mulai rampung, Selasa (8/2) Wakil Bupati Kuningan Drs Momon Rochmana MM, meninjau langsung hasil pelaksanaan kegiatan program Desa Mandiri dalam Perwujudan Desa Peradaban ke desa Darma.
Pada kesempatan itu Wabup Drs Momon Rochmana MM didampingi Kabag Humas Agus Mauludin, SE, Kabid BPMD Syarifudinsyah, Camat Saduddin serta Kades Darma Yadi Suharyadi meninjau langsung beberapa titik pembangunan diantaranya, Renovasi balai desa, pembangunan sanitasi/WC SDN Darma 2, rehabilitasi jalan gang, senderan dan drainase, rehabilitasi rumah tidak layak huni, Rehabilitasi mesjid Jamie 1 dengan pembangunan tempat wudlu serta pembangunan warung PKL blok Cibitung.
Adapun besarnya dana yang diterima oleh masing-masing desa adalah sebesar 1 milyar rupiah yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2010. dengan harapan Program desa membangun menuju desa peradaban mampu:
1. Mendorong tumbuh dan berkembangnya prakarsa dan swadaya gotong royong masyarakat
2. Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan organisasi yang berakar pada masyarakat desa
3. Membangun sinergi berbagai kegiatan pembangunan yang dilaksanakan di desa dalam konteks kewilayahan
4. Mendorong tumbuhnya kesalehan sosial dengan wujud kesetiakawanan sosial dalam konteks pembangunan desa
5. Meningkatkan peran dan fungsi lembaga masyarakat terutama dalam menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap pelaksanaan program-program pembangunan desa
Selain memonitor realisasi pembangunan dari dana alokasi desa peradaban Wabup Momon juga berkesempatan mengunjungi pabrik produksi Opak Kartika (Karya ti kampung) yang merupakan makanan tradisional asli warga desa Darma.
Wabup Momon kembali meneruskan kegiatan monitoring dengan mengunjungi pembangunan kolam terapi ikan OW Darmaloka, sumber daya alam berupa air yang melimpah tersebut terus menjadi fokus pemberdayaannya kini dengan bergulirnya program Desa Mandiri dalam Perwujudan desa peradaban objek wisata balong keramat itu mengalami beberapa renovasi baik itu bangunan maupun fasilitas-fasilitas wisata lainnya yang mendukung