
Sejumlah pemudik nekat menumpang truk yang mengangkut sepeda motor dan
barang bawaan di pintu tol keluar Cikampek, Jawa Barat, tadi malam.
PURWAKARTA– Arus mudik pada
H-4 Lebaran di sepanjang pantai utara (pantura) Jawa Barat dan Jawa
Tengah, kemarin, meningkat signifikan.
Bahkan di Kabupaten
Brebes, tepatnya di pertigaan Pejagan dan di pintu keluar tol Pejagan,
sudah terjadi kemacetan panjang akibat tingginya jumlah kendaraan
pemudik. Diperkirakan volume kendaraan terus meningkat hingga H-3 hari
ini.Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Nanan Sukarna menjelaskan,
berdasarkan pengalaman arus mudik sebelumnya, lonjakan pemudik terjadi
pada H-3 Lebaran.
“Makanya, supaya tidak stuck di H-3,para
pemudik diimbau mengatur waktunya. Dengan lonjakan pemudik yang besar,
sedangkan kapasitas jalan tidak mencukupi, maka terjadi stuck di
jalur-jalur mudik,” ujar Nanan saat melakukan kunjungan kerja ke Cirebon
kemarin.
Berdasarkan pantauan di lapangan, arus kendaraan dari
arah Jakarta yang melewati pantura Jawa Barat dan Jawa Tengah mengalami
lonjakan sejak Selasa (14/8) malam.Volumenya terus menunjukkan
peningkatan hingga tadi malam. Bahkan di gerbang tol Cikopo sudah
terjadi antrean panjang kendaraan. Polisi pun terpaksa memberlakukan
buka tutup di Pertigaan Cikopo guna mengurangi kepadatan lalu lintas di
pantura.
Sebagian kendaraan pun dialihkan ke jalur tengah, yakni
Cikopo–Sadang–Subang–Cikamurang– pantura. “Kondisinya tidak
memungkinkan memaksakan kendaraan masuk pantura jika di lokasi itu sudah
padat. Lihat saja ekor sampai ke Pertigaan Cikopo.Akan tetapi, jika di
sejumlah titik kemacetan di pantura sudah teratasi, jalur ini kembali
kita buka,”ungkap Kasat Lantas Polres Purwakarta AKP Agus Wahyudi.
Pengalihan
yang diberlakukan mulai 18.00 hingga 20.00 WIB mengakibatkan kepadatan
di jalur tengah. Di Simpang Empat Sadang bahkan sempat terjadi kemacetan
sebagai dampak pertemuan arus kendaraan dengan pemudik yang keluar dari
gerbang tol Sadang. Kondisi diperparah dengan banyaknya masyarakat yang
beraktivitas di sekitar pusat perbelanjaan Sadang Terminal Square
(STS).
Parkir kendaraan bermotor dan angkutan menghabiskan bahu
jalan. Tidak mau terjadi kemacetan di Simpang Empat Sadang, anggota
kepolisian berusaha mengatasi kemacetan. Traffic light sama sekali tidak
difungsikan, petugas mengatur dengan cara manual. Adapun arus kendaraan
dari pantura menuju tol Cikampek harus dialihkan melalui Kawasan Bukit
Indah (KBI) dan kemudian masuk tol lewat gerbang tol Kalihurip.
Hal
ini terjadi karena 14 gardu di gerbang tol Cikampek semuanya
difungsikan sebagai pintu keluar. Sekitar pukul 20.00 WIB, jalur
Cikopo–Mutiara–Jomin–Pantura berhasil teratasi sehingga rute itu kembali
dibuka. Sementara pantauan di Subang menyebutkan lonjakan arus
kendaraan mulai terjadi sejak Selasa malam hingga 03.00WIB
kemarin.Kendaraan yang dominan adalah roda dua yang berasal dari
Jakarta.
Kanit Patroli Pospam Sukamandi, Ipda Dulapi RE,
menjelaskan, kepadatan arus kendaraan terutama terjadi di kawasan pasar
harian Subang,yakni Pasar Sukamandi, Pasar Ciasem, dan Pasar Pamanukan.
”Jika siang hari kami mulai membuka titik putar (U turn) bagi pengguna
jalan. Memasuki malam seperti ini, kami mulai menutup kembali dan
mengecek bila saja ada pembongkaran titik putar oleh warga,”ucapnya.
Adapun
posko Dishubkominfo Kabupaten Indramayu di lingkar Lohbener juga
melaporkan peningkatan kendaraan yang drastis. Kendaraan yang melintas
masih didominasi roda dua dengan jumlah ratarata mencapai 7.000
kendaraan per jam. Sekitar 08.00 hingga 09.00 WIB, jumlahnya sempat
mencapai 9.247 kendaraan. ”Jumlah kendaraan yang menembus angka 9.000
merupakan yang tertinggi selama arus mudik hingga H-4,” ungkap Yayan
Indrayani, petugas penghitungan posko Dishubkominfo Indramayu kemarin.
Kendaraan
roda empat juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yaitu
mencapai 2.700 kendaraan per jam. Padahal pada hari-hari sebelumnya
hanya mencapai 1.000–1.500 kendaraan roda empat yang melintas. Kondisi
sama juga terpantau di pos mudik Weru Dinas Perhubungan (Dishub)
Kabupaten Cirebon.
Di wilayah ini peningkatan terjadi mulai pagi
hari sekitar pukul 07.00–08.00 WIB dengan volume kendaraan yang menuju
Jawa Tengah (Jateng) 5.308 unit dan ke arah Jakarta 5.618 unit.
“Sebelumnya, jumlah kendaraan hanya berkisar 1.000– 2.000 unit saja,
sedangkan puncak volume kendaraan terjadi pukul 11.00–12.00 WIB dengan
jumlah kendaraan ke Jateng 12.166 unit dan ke arah Jakarta 3.656 unit,”
tutur petugas pos Weru Dishub Kabupaten Cirebon,Hasanudin,kemarin.
Kemacetan
juga sudah terjadi di wilayah Brebes, tepatnya di Pertigaan Pejagan dan
di pintu keluar tol Pejagan hingga sepanjang lebih dari 2 km. Hal ini
terjadi lantaran banyaknya kendaraan yang keluar dari tol
Kanci–Pejagan.Para pemudik menganggap dengan melewati tol, berarti tidak
ada kemacetan. Namun,kenyataannya ruas tol justru macet dibandingkan
jalur pantura.
Akibat kemacetan tersebut, kendaraan baik roda
dua atau lebih yang hendak ke Tegal, Purwokerto, Yogyakarta melalui
Ketanggungan Brebes terpaksa tertahan di Pertigaan Pejagan karena
banyaknya kendaraan roda empat atau lebih yang keluar dari tol Pejagan.
Kondisi itu memaksa petugas polisi mengalihkan jalur
Pejagan–Ketanggungan ke arah Tanjung Brebes.
Adapun kendaraan
yang keluar dari tol Pejagan melalui pantura juga tertahan hingga
sekitar 2 km. Praktis, terjadi penumpukan kendaraan pada jalan menuju
pantura tersebut. Kasat Lantas Polres Brebes AKP Harry Ardianto
mengatakan, adanya kemacetan di Simpang Tiga Pejagan ini karena
banyaknya kendaraan yang datang dari arah barat melalui tol
Pejagan.“Kalau penumpukan kendaraan di tol terus terjadi, imbasnya
Pejagan jadi macet seperti ini,” kata Kasat Lantas yang ditemui saat
tengah mengatur arus kemacetan lalu lintas di Pertigaan Pejagan kemarin.
Ribuan pemudik roda dua dan roda empat dari arah Jakarta yang
melintasi pantura terhambat di pasar tumpah Pesalaran Kecamatan
Plered,Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, akibat pedagang berjualan di bahu
jalan. Asna,salah seorang pemudik asal Jakarta tujuan Kuningan, kepada
wartawan di Cirebon, mengatakan, memasuki H-4 arus mudik Lebaran di
jalur utama pantura meningkat.Titik kemacetan seperti pasar tumpah
Pesalaran menyebabkan ribuan pemudik terhambat.
Meski petugas
pengamanan Lebaran di pasar tumpah Pesalaran siaga mengamankan
pemudik,karena jumlah pedagang dan pembeli cukup ramai dan ada
penyempitan jalan, antrean kendaraan dari arah Jakarta tetap menumpuk.
Roby, pemudik lain, menambahkan, pasar tumpah sepanjang jalur utama
pantura masih menjadi penyebab kemacetan. Karena itu, ia berharap hal
tersebut segera dibenahi supaya pemudik nyaman.
Ketua DPRD Jawa
Barat Irfan Surya Negara kepada wartawan di gedung negara Bakorwil
Cirebon saat melakukan rapat koordinasi arus mudik mengatakan,pasar
tumpah di daerah pantura mulai dari Kawarang,Subang,Indramayu hingga
Cirebon masih menjadi titik simpul kemacetan,termasuk Pasar Pesalaran
Plered hingga pasar kue.”Kepadatan arus lalu lintas (terjadi) setelah
pasar kue Plered.Pemudik dihadapkan pada pertemuan kendaraan dari arah
Indramayu di pertigaan Kedawung. Sebaiknya mereka memanfaatkan jalan
alternatif, ”katanya.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Putut Bayu
Seno meminta semua anggota di lapangan bekerja keras mengatur dan
mengamankan sejumlah titik simpul kemacetan di pasar tumpah, terutama di
Pasar Tegal Gubug Kecamatan Arjawinangun.” Sedangkan dari arah
alternatif Karang Ampel kepadatan arus terjadi di Pasar Celancang,”
katanya. asep supiandi/tomi indra /akrom hazami/ erika lia/antara